Museum Kuliner Tempo Dulu

Topkuliner : Jika anda merupakan orang yang gemar berwisata kuliner dan menyukai suasana tempo dulu, rasanya belum lengkap jika anda belum berkunjung ke Rumah Makan Inggil di Malang. Sebuah rumah makan yang tidak hanya menyajikan berbagai ragam makanan khas jawa saja, melainkan suasana yang disajikan pun cukup unik. Sepintas jika anda melihat bangunan rumah makan ini dari luar, seperti terkesan sebuah penginapan bernuansa budaya klasik jawa, namun ketika anda dibawa masuk ke dalam ruangan lebih jauh lagi, anda akan dihadapkan sebuah suasana Malang Tempo Dulu. Bagi saya, rumah makan ini lebih mirip dengan museum advertorial tempo dulu, di mana saya disajikan pemandangan yang cukup menarik dengan berjejernya foto-foto kota malang tempo dulu, berikut iklan-iklan yang dahulu cukup populer dikalangan masyarakat malang tempo dulu. Tak pelak rasa kagumpun menghampiri saya dan keluarga.

Suasana yang asri, menu yang beraneka ragam, serta pelayanan yang ramah dan cukup cepat penyajiannya semakin membuat saya berani memberikan sebuah nilai plus buat warung makan yang satu ini. Apalagi letak rumah makan ini berada di lokasi strategis yaitu di wilayah alun-alun bunder atau Tugu Malang. Berada persis di belakang Balai Kota Malang dan berseberangan langsung dengan Hotel Aloha, serta lokasi yang sangat mudah dijangkau bagi tamu dari luar kota yang datang ke Malang menggunakan kereta api karena jaraknya memang sangat berdekatan sekali. Anda bisa berjalan kaki dari stasiun kira-kira 500 meter ke arah barat sambil menikmati suasana komplek Tugu dan begitu mendekati gedung DPRD kota malang, anda bisa masuk ke dalam sebuah jalan kecil ke arah selatan atau jika anda menggunakan angkuta umum, anda bisa memilih untuk naik angkutan umum jalur ADL (Arjosari Dinoyo Landungsari) atau jalur AG (Arjosari Gadang) dari stasiun kereta api dan bilang saja ke sopirnya untuk berhenti di Balai Kota Malang, Yang jelas bagi siapa saja, untuk menjangkau rumah makan ini tidak lah sulit, cukup bertanya pada masyarakat sekitar, anda sudah bisa sampai di Rumah Makan ini.
Begitu anda sampai di rumah makan ini anda akan bertemu dengan pelayan yang biasa berjaga di depan pelataran dan dengan ramahnya anda akan diantarkan ke meja pilihan anda. Di rumah makan ini anda bisa memilih meja makan lesehan atau duduk seperti kebanyakan rumah makan, terserah selera anda masing-masing. Yang jelas begitu anda duduk di meja, anda akan segera di suguhkan berbagai daftar menu makanan dan minuman khas jawa, walau demikian , tidak sedikit pula makanan dan minuman yang umum dijumpai di warung-warung makan kebanyakan. Harga yang ditawarkan pun cukup masuk akal dan tidak begitu mahal, misalnya: untuk ikan gurami goreng dengan berat 8 ons anda bisa tebus dengan harga 8.000 rupiah, begitu juga makanan-makanan lainnya. Biasanya jika saya dan keluarga berkunjung ke sana, menu makanan favorit kami adalah 2 porsi ikan gurami goreng, 1 bakul nasi ukuran sedang (untuk 5 porsi), 1 porsi cah kangkung, 1 porsi cah tauge udang dan ikan asin, tempe penyet kesukaan ibu saya, ayam goreng untuk anak-anak saya, sambel terasi beserta lalapannya, dan 5 gelas minuman hangat menemani kami dalam dinginnya hawa kota Malang di malam hari.



Sebagai penghibur anda dikala sedang menikmati makanan, anda akan di suguhkan sebuah pertunjukan musik sederhana yang disetiap waktu penampilannya berbeda-beda antara hari-hari biasa dengan hari-hari libur. Kebetulan saat saya makan di situ, kami disuguhkan dengan penampilan grup kroncong lokal malang. Tak pelak, paman saya yang juga mahir bernyanyi keroncong ikut menyumbangkan lagu-lagu yang populer dikalangan penggemar musik keroncong, tentunya semakin membuat suasana di rumah makan itu semakin semarak dan sangat menghibur bagi keluarga kami terlebih bagi paman kami yang baru datang dari kota tambang batu bara Sangata, Kaltim.

Kelebihan lain dari warung makan ini menurut saya adalah, adanya fasilitas mainan untuk anak-anak, walaupun terkesan cukup sederhana namun fasilitas ini cukup membantu kami yang memiliki anak kecil, dengan begitu saat makanan belum tiba atau kami belum selesai makan, anak-anak yang tidak mau makan duluan, dapat bermain sejenak di tempat itu. Satu lagi yang membuat saya kagum adalah, pelayannya yang ramah-ramah dan manis-manis perawakannya sehingga lebih terkesan Jawani, membuat kami merasa tidak perlu pusing mempersiapkan materi komplain seperti kebanyakan warung yang kurang memberikan layanan yang memuaskan bagi keluarga kami.

Terakhir, saat semua selesai menyantap hidagannya dan kemudian kami menuju kasir, serta yang cukup membuat kami kaget di mana total biaya tidak se fantastis yang kami bayangkan. Cukup mengeluarkan uang 175.000 rupiah, kami dengan 5 orang dewasa dan 4 anak-anak kecil sudah cukup dikenyangkan dengan menu-menu pilihan kami. Artinya kami tidak perlu “getun” dengan apa yang telah kami nikmati, berbeda jika makan di tempat lain yang harganya lebih menguras kantong namun rasanya tidak beda jauh dengan masakan istri saya, hehehehe….


Jika anda tertarik berkunjung ke Malang dan ingin menikmati suasana Rumah Makan Inggil ini, silahkan mampir ke alamat berikut ini:

RUMAH MAKAN INGGIL
Jl. Gajah Mada No. 4 Malang (Komplek Tugu Malang)
Telp. +62 (0341) 332 110,+62 (0341) 712 026
Email: Alamat email ini diproteksi dari spambot, aktifkan Javascript untuk melihatnya
Dokumentasi Lainnya:
Suasana Sudut Ruang Makan Lainnya. Banyak turis mancanegara yang bernostalgia di sini.

Suasana Dalam Rumah Makan Inggil

malangpedia/Librian/tk

