Menikmati Berbuka Puasa dengan Ketupat Santan Ikan Cakalang

Menikmati ketupat santan yang disajikan dengan ikan dan telur yang juga dimasak dengan santan murni, lengkap dengan aneka rempah-rempah dan bumbu dapur lainnya, layak menjadi pilihan untuk menu berbuka puasa. Sajian ini dapat ditemui di warung ketupat santan milik Munifa berada di Jalan Abdul Jalil di Lingkungan Binanga, Kelurahan Labuang, Majene.

Ketupat santan Munifa ini menjadi makanan tradisonal yang banyak digemari warga. Berbeda dengan ketupat lainnya, ketupat Minifa ini dimasak khusus dengan kayu bakar, hingga menghasilkan cita rasa dan aroma yang khas. Lalu, lauk pauknya berupa ikan cakalang atau cepak yang diiris dan telur juga dimasak dengan santan.

Ikan-ikan itu digoreng terlebih dahulu, sebelum disajikan dengan kuah santan, yang tentu saja sudah dicampur dengan aneka bumbu masak seperti merica, bawang, kunyit dan rempah-rempah lainnya.

Setiap hari warung ini tak pernah sepi pelanggan. Bahkan tak berbeda dengan hari-hari lainnya, selama bulan Ramadhan masakan ketupat santan yang lezat ini banyak diburu warga sebagai menu berbuka puasa. Tak heran pula juka di warung Munifa yang sudah berdiri sejak tahun 1980 lalu, kini ada lima orang karyawan.

Soal harga, makanan lezat ini tergolong murah. Cukup menyediakan uang Rp 7.000-10.000, Anda sudah bisa menikmati satu porsi ketupat santan lengkap dengan pilihan lauknya berupa ikan atau telur.

Hafid, salah satu pelanggan yang ditemui belum lama ini, mengaku jatuh hati dengan masakan tradisonal Majene ini. Harga yang terjangkau, aroma dan rasanya menjadi ‘juara’ bagi Hafid. Hafid mengaku, hampir setiap minggu, ia mampir ke warung ini untuk menikmati sajian tersebut.

Kini, meski pelanggannya terus bertambah dan usahanya makin dikenal luas oleh masyarakat Majene, Munifa tak berniat membuka cabang di tempat lain. Alasannya, ia ingin mempertahankan aroma dan cita rasa masakan racikannya sendiri.

kps/Sugie/Topkul

One Response to Menikmati Berbuka Puasa dengan Ketupat Santan Ikan Cakalang

  1. Kamandar 22 Agustus 2012 at 07.18

    Kita telah sampai pada ujung bulan Ramadlan, yang baterri kita segera mengakhiri madrasah puasa Ramadlan. Allah menjamin bagi yang berpuasa dengan imanan wah tisaban akan memberikan kefitrian. Tetapi ini hanya sebuah bekal dan awal yang cerah buah latihan kita selama sebulan.. karena puasa yang sesungguhnya akan dijalankan 11 bulan berikutnya. Bagi kita yang selalu rindu Ramadlan, maka ini adalah kesempatan dan sekaligus tantangan untuk membuktikan dan sekaligus sebagai indikator apakah latihan puasa kita sebulan itu berhasil dengan baik… Hasilnya, menurut para sufi, bisa tingkat syariat, tarikat, hakikat, bahkan mungkin hanya tingkat menahan lapar dan dahaga. Semoga Allah meridlai dan memberikan jalan terbaik bagi kita semua. Untuk mengawali kefritian, saya mengucapkan “SELAMAT cdDIL FITRI, MINAL c1IDIN WAL FAIZIN, KULLU AMIIN WA ANTUM BI KHAIR, TAQABBALLALLAHU MINNA WAMINKUM TAQABBAL YAKARIIM” Asik Surya dan Keluarga, Bogor Indonesia..[]